Metamorfosis Oasis
Tak ada yang terkejut setelah mendengarkan potongan singel Oasis yang dahsyat, The Shock of the Lightning, yang beredar secara ilegal di internet. Singel yang akan dirilis pada 29 September itu secara pas menggambarkan upaya keras Oasis untuk kembali merajai belantika musik pop dan rock internasional.
Dan, upaya itu tampaknya tak akan sia-sia karena Oasis saat ini berada pada grafik menanjak sejak merilis Don’t Believe the Truth (2005) yang diikuti tur dunia berskala raksasa. Para kritisi dan penggemar cenderung membagi tahap terbaik Oasis terjadi dalam periode tahun 1991-1997, diikuti tahap penurunan cukup tajam tahun 1997-2005, dan masa kebangkitan sejak tahun 2005 sampai sekarang.
Era emas Oasis ditandai dengan prestasi fenomenal ketika kelompok asal Manchester, Inggris, yang diotaki Gallagher bersaudara (Noel dan Liam) ini terbukti sebagai band terbaik sepanjang masa. Mereka menyabet dua posisi teratas jajak pendapat 50 album terbaik di Inggris dalam 50 tahun terakhir versi majalah Q dan jaringan toko HMV, mengalahkan band-band besar seperti The Beatles, Rolling Stones, dan Pink Floyd. Album debut Definitely Maybe (1994) menempati urutan teratas dan album lainnya, (What’s The Story) Morning Glory? (1995) ada di urutan kedua.
Jadi, Oasis sesungguhnya telah mengikuti jejak band-band besar, seperti Led Zeppelin atau The Beatles, yang selalu berubah dinamis, progressed (maju), berciri baru, dan mampu menyesuaikan diri dengan pasar ketika memproduksi album-album baru. Zeppelin melakukannya ketika dengan berani nge-blues melalui album pertama dan kedua pindah ke akustik di Led Zeppelin III (1970), kemudian merilis album puncak Zoso (1971), kembali ke blues dengan Presence (1976), dan terakhir menonjolkan peranan kibor melalui In Through the Out Door (1979).
The Beatles idem ditto dengan Zeppelin, berubah drastis dari pengusung pop menjadi band psikedelik pascaalbum Revolver (1966). Setelah Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band (1967), John Lennon dan rekan-rekannya kembali ke akar rock’n’roll melalui The Beatles (1968) yang dijuluki ”The White Album”. Dan, dua tahun berikutnya mereka sukses bereksperimentasi lagi melalui Let It Be (1970) yang dirilis hampir dua tahun setelah diproduksi serta Abbey Road (1969).
Oasis jelas tidak sendirian karena selama sekitar 15 tahun terakhir terjadi persaingan sengit di antara tiga band terkemuka: Oasis, Radiohead, dan Coldplay. Tadinya Oasis bersaing dengan Blur memperebutkan mahkota ”Britpop”. Penggemar dan media massa menyamakan Oasis dengan The Beatles, Blur dengan Rolling Stones. Namun, kompetisi The Beatles vs Stones berjalan sehat karena mereka bersahabat. Sebaliknya, Gallagher bersaudara terkenal berlidah amat tajam sampai menyumpahi personel Blur ”semoga terkena wabah AIDS dan cepat-cepat mati”.
Setelah Euro 2008
Jangan heran Gallagher bersaudara suka kurang ajar, bahkan di antara mereka berdua saja beberapa kali terjadi perkelahian di muka umum. Tak seperti personel Radiohead dan Coldplay yang berlatar belakang kelas menengah atas, Noel dan Liam berayah buruh rendahan yang pemabuk dan gemar memukuli istri dan anak-anaknya—kecuali Liam yang masih terlalu kecil. Latar belakang sosial yang tak menguntungkan inilah yang membentuk Gallagher bersaudara sebagai orang- orang yang tak pernah dewasa dan amat agresif.
Vokalis Coldplay, Chris Martin, sudah beberapa kali menjadi sasaran empuk kekurangajaran Noel dan Liam. Sang genius yang mengotaki Radiohead, Thom Yorke, juga mengalami nasib serupa. Mungkin tiap artis di Inggris menganggap Gallagher bersaudara kurang waras dan cenderung mendiamkan saja. Namun, di balik sikap eksentrik mereka itulah lahir karya-karya besar Oasis, seperti Don’t Look Back in Anger, Wonderwall, Champagne Supernova, Lyla, dan seterusnya.
Kini Oasis berganti personel lagi. Selain Liam (vokal) dan Noel Gallagher (gitar/vokal), masih ada Andy Bell (bas/gitar/kibor) dan Colin Archer (gitar/bas/vokal) yang bergabung sejak 2000. Kini posisi drum diisi Chris Sharrock, menggantikan Zak Starkey (putra Ringo Starr), untuk merekam album terbaru, Dig Out Your Soul yang akan dirilis 7 Oktober. ”Kami sengaja merilis album studio ketujuh ini setelah Euro 2008, dengan harapan Inggris lolos ke final. Namun, Anda lihat saja yang terjadi,” ujar Noel, penggemar berat timnas Inggris.
Dig Out Your Soul praktis sudah selesai dengan trek lengkap ”Bag It Up”, ”The Turning”, ”Waiting for the Rapture”, ”The Shock of the Lightning”, ”I’m Outta Time”, ”(Get Off Your) High Horse Lady”, ”Falling Down”, ”To Be Where There’s Life”, ”Ain’t Got Nothin”, ”The Nature Of Reality”, dan ”Soldier On”. Semua 11 lagu ini merupakan hasil saringan Gallagher bersaudara yang menyetok hampir 100 lagu selama tiga tahun terakhir.
Pada awal tahun panggung pop rock Inggris dan global dihibur oleh album anyar Radiohead, In Rainbows, yang jauh- jauh hari telah diramalkan akan merebut gelar album terbaik 2008. Namun, di tengah 2008 Coldplay tiba-tiba menyodok dengan Viva La Vida or Death and All His Friends. Apa yang akan terjadi setelah Dig Out Your Soul dirilis? Walau pakar-pakar menggolongkan genre Oasis sebagai Britpop dan Radiohead- Coldplay sebagai alternatif, secara diam-diam mereka—dan juga penggemar—tentu menunggu-nunggu siapa yang kiranya layak disebut sebagai pemenang.
Apa pun, itu tidaklah penting. Hal yang jauh lebih penting adalah keberhasilan ketiga band itu tak pernah berhenti bermetamorfosis secara dinamis tanpa mengorbankan kreativitas musikal dan selera pasar masing-masing yang sudah tersegmentasi. Dan, kualitas metamorfosis oleh Oasis melalui Dig Out Your Soul pasti terjamin. Percayalah!
Filed under: MUSIC | 1 Comment
LASKAR PELANGI
Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an
Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.
Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.
5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?
Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia
Filed under: MOVIE Release | Leave a Comment
Piala Liga
DUA RAKSASA (LAGI-LAGI)TUMBANG
.
![]() Franco dos Santos, tumbang di kandang sendiri Foto: Getty Images |
Kejutan terjadi pada putaran keempat Piala Liga, Rabu (12/11). Dua klub raksasa Inggris, Chelsea dan Liverpool harus melupakan ambisi mereka untuk melangkah lebih jauh setelah ditumbangkan lawan-lawannya. Diluar dugaan Chelsea harus takluk ditangan Burnley sedangkan Liverpool kembali kalah atas Tottenham Hotspur.
Di Stamford Bridge, kekalahan Chelsea atas tim Championship itu memang sungguh mengejutkan. Meski menurunkan kekuatan kombinasi antar pemain inti dengan cadangan. Namun, kehebatan The Blues masih sanggup diimbangi oleh Burnley.
Striker Didier Drogba yang baru sembuh dari cedera sempat membawa Chelsea memimpin 1-0 pada menit ke-27. Keunggulan itu mampu bertahan hingga pertengahan babak kedua. Petaka datang bagi pasukan Luiz Felipe Scolari itu saat memasuki menit ke-69. Tendangan Ade Akinbiyi tidak mampu dipatahkan Carlo Cudicini.
Hingga akhir laga kedudukam imbang 1-1 ini membuat pertandingan harus dilanjutkan melalui perpanjangan waktu. Dalam 2×15 menit itu, tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga harus dilakukan tendangan penalti. Chelsea justru harus kehilangan Steven Caldwell karena menerima kartu merah pada menit ke-116.
Dalam adu tos-tosan itu, lima dari enam eksekutor penalti Burnley mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Sementara Chelsea hanya mencetak empat gol. Wayne Bridge dan John Obi Mikel gagal mencetak gol. Kekalahan 4-5 itu membuat Chelsea gagal melaju ke babak selanjutnya.
Nasib buruk Chelsea juga menimpa Liverpool. Datang ke White Hart Lane, Liverpool berambisi besar untuk membalas kekalahan atas Tottenham Hotspur pada pekan ke-10 Liga Inggris dua minggu lalu. Sayang, harapan itu kembali gagal tercapai. Liverpool justru menelan kekalahan dengan skor yang lebih besar, 4-2.
Dua ujung tombak Spurs, Roman Pavluchenko dan Fraizer Campbell menghadirkan mimpi buruk bagi Liverpool. Pavluchenko mencetak dua gol pada menit 38 dan 52 sedangkan Campbell menambah dua gol di menit 42 dan 45. Gol balasan Liverpool disumbangkan Damien Plessis (49′) dan Sami hyypia di menit 63.
Hasil Piala Liga:
Chelsea 1 – 1 Burnley (adu penalti, 4-5)
Sunderland 1 – 2 Blackburn R.
Tottenham H. 4 – 2 Liverpool
Filed under: about SPORT | Leave a Comment
“Memulai Sebuah Keberhasilan”
Saya ucapkan selamat datang dan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada kawan-kawan yang sudi berkunjung ke “rumah dunia maya” saya ini. Tak terasa umur saya sudah 23 tahun 4 bulan 29 hari, dan jadi teringat betapa hebatnya pengalaman hidup saya selama ini. Sebuah filsafah mengatakan bahwa “Guru adalah pengalaman yang paling berharga”, eh maaf, maksudnya adalah “Pengalaman adalah guru yang paling berharga”,mungkin filsafah tersebut ada benarnya bagi saya. Saya bisa kuliah di UNS Solo adalah buah kenekatan saya yang paling luar biasa.Saya lulus SMA thn 2003, kemudian bercita-cita ingin kuliah setelah lulus SMA, kemudian saya mendaftar SPMB dengan mengambil pilihan S1 Pendidikan Sastra Perancis Univ.Negeri Yogyakarta (UNY).Pagi itu, saya melihat pengumuman di koran, nama saya tertulis di pengumuman daftar mahasiswa yang lolos ujian SPMB.Biasanya,seseorang akan senang bila diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tapi saya justru sedih. Hal itu dikarenakan saya tahu bahwa saya tidak akan melanjutkan ke PTN, dikarenakan orang tua tidak mempunyai uang yang cukup untuk membiayai kuliah saya.Malam itu, saya menangis sendiri di kamar, saya meratapi keadaan saya yang cuma payah seperti ini. Lalu saya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan saya yang maha pengasih dan maha penyayang agar suatu saat bisa kuliah.Kemudian saya mencari pekerjaan apa saja yang bisa saya lakukan, minimal saya sudah tidak merepotkan orang tua lagi.Dari pekerjaan halus sampai kasar pernah saya geluti, dari menjadi sales, tukang kayu, hingga tukang buat roti pernah saya lakukan.Akhirnya saya mencoba lagi ujian SPMB dengan pilihan pend.Geografi Univ.Sebelas Maret Solo di tahun 2005, dan akhirnya berhasil.Sungguh senang hati saya, padahal saya sudah diberitahu oleh saudara-saudara saya yang lain, katanya biaya kuliah itu mahal, apa kamu bisa??????
Kemudian saya terdaftar di UNS SOLO, biaya masuk saya tanggung sendiri dengan uang yang dulu saya kumpulkan dengan jerih payah dan keringat. Hingga sekarang di penghujung tahun 2008 saya bermaksud untuk menyusun skripsi. Saya tidak menjadikan ini adalah “akhir dari segalanya” bila saya lulus kelak, tapi menurut saya ini adalah “awal dari keberhasilan” yang harus saya mulai dari sekarang.Hidup itu sulit, tapi akan menjadi mudah bila kita melewatinya dengan perlahan-lahan tapi pasti.Tetap Semangat dan pantang menyerah adalah motto saya.
Filed under: 1001 nasehat, about GEOGRAPHY, about SPORT, CHAT WITH ME, DISCUSS with gadink, Gossip, MOVIE Release, MUSIC, Tentang Hidup | Leave a Comment
Tag:filosofi hidup
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Cari
-
Blogroll
Entri Terkini
Kategori
- 1001 nasehat (1)
- about GEOGRAPHY (3)
- about SPORT (2)
- CHAT WITH ME (1)
- DISCUSS with gadink (1)
- Gossip (2)
- MOVIE Release (2)
- MUSIC (2)
- Tentang Hidup (1)
- Uncategorized (1)









